Selasa, 29 Maret 2011

/

DAFTAR FILM TERBARU 2011

Daftar Film Terbaru 2011 | Box Office 2011 | Bioskop 2011

Advertiser
 Untuk anda penggemar Film kami akan memberikan untuk anda info dan berita yang menarik mengenai Daftar Film Terbaru 2011, dimana kami telah mendapatkan info dan berita terbaru mengenai daftar Film ini dari sumber terpaercaya dari kami, dimana kami juga akan memberikan daftar Filmnya secara lengkap untuk anda semua, dan saya yakin kalau anda juga akan kenal dengan pemeran dalam film ini. Nah pada edisi sebelumnya kami telah memberikanJadwal Film Terbaru 21 Cineplex untuk anda, semoga bermanfaat untuk anda semua Oke,,



Daftar Film Terbaru 2011, akan memberikan keceraan bagi anda yang memnag ingin sekali mengetaui film apa saja yangakan di putar pada tahun 2011 nanti dan juga daftar Box Office apa saja yang tervaru di AS, nah langsung saja ke tenpat kediamannya Oke.

Daftar film terbaru 2011 :


Film Terbaru di bulan januari 2011 meliputi : The Cabin in the Woods, Don’t Be Afraid Of The Dark, The Dilemma.

FilmTerbaru di bulan February 2011 meliputi : Drive Angry, Unknown.

Film Terbaru di bulan Mei 2011 meliputi : Harry Potter and the Deathly Hallows: Part II, Hangover 2.

Film terbaru di bulan Juni 2011 meluputi : Green Lantern.

Film Terbaru di bulan Juli 2011 meliputi : The Avengers.

Film Terbaru bulan September 2011 meliputi : The Roommate, Straw Dogs.

Film Terbaru bulan Desember 2011 meliputi : The Bear and the Bow (Disney Digital 3-D), The Hobbit, The Girl With The Dragon Tattoo.

Film Terbaru 2011 di bulan januari
- The Cabin in the Woods, yang akan rilis pada tanggal 14 Januari 2011
- Don't Be Afraid Of The Dark, yang akan rilis pada tanggal 21 Januari 2011
- The Dilemma, yang akan rilis pada tanggal 21 Januari 2011

Film Terbaru 2011 di bulan February
- Drive Angry, yang akan rilis pada tanggal 11 Februari 2011
- Unknown, yang akan rilis pada tanggal 18 Februari 2011

Film Terbaru 2011 di bulan Mei
- Harry Potter and the Deathly Hallows: Part II, tanggal rilis belum diumumkan
- Hangover 2, akan rilis pada tanggal 26 Mei 2011
Film terbaru 2011 di bulan Juni

- Green Lantern, akan rilis pada tanggal 17 Juni 2011

Film Terbaru 2011 di bulan Juli
- The Avengers, tanggal rilis belum diumumkan

Film Terbaru 2011 bulan September
- The Roommate, tanggal rilis belum diumumkan
- Straw Dogs, tanggal rilis belum diumumkan

Film Terbaru 2011 bulan Desember
- The Bear and the Bow (Disney Digital 3-D), tanggal rilis belum diumumkan
- The Hobbit, tanggal rilis belum diumumkan
- The Girl With The Dragon Tattoo, tanggal rilis belum diumumkan

Film Terbaru 2011 yang belum diketahui tangal dan bulan dirilisnya
- Scary Movie 5
- Rob Zombie's Tyrannosaurus Rex
- Tintin > Spielberg + Peter Jackson
- World of Warcraft
- Spiderman 4 and 5
- Big Cats
- Naked Beauty: A Love Story that Feeds the Earth
- Tusker
- Pirates of The Caribbean 4
- Hannibal The Conqueror
- Kungfu Panda: The Kaboom of Doom
- TRANSFORMERS 3: MEGA METAL ROBOPOCALYPSE
- Death Race: Frankenstein Lives
- Happy Feet 2|3D
- Battle : Los Angeles
- The Brazillian Job
- Rise of The Apes
- Mission: Impossible 4
- Captain America
- Thor
- The Tourist
- Real Steel
- Rango
- X-Men: First Class
- The Invention of Hugo Cabret
- Hostel Part III
- Scream 4
- Conan
- Selma
- Rio|Animation|
- Spy Kids 4: Armageddon
- Fast Five
- Sucker Punch!
- Friends with Benefits
- Arthur
- xXx : The Return of Xander Cage
- Violet & Daisy
- Arthur
- Kane & Lynch
- The Rite
- Restless
- Anonymous
- Paul
- Upside Down
- The Dark Fields
- Soul Surfer
- Apparition
- Sanctum
- Larry Crowne
- Arabian Nights
- Untitled comedy
- Red Riding Hood
- Hop
- Mars Needs Mom

nantikan info dan berita terbaru dari kami selanjutnya Oke,,,advertiser:

Film Terbaru 2011 | Film Box Office 2011

adveritser:
Film terbaru 2011 - Informasi Film Terbaru 2011 - Download Film terbaru - Jagad dunia perfilman tak kan pernah mati, Memasuki awal tahun 2011 informasi mengenaiFilm Terbaru Box Office yg akn rilis 2011 sudah memenuhi ranah maya. Beberapa diantaranya merupakan sekuel dari suksesor sebelumnya. Seperti Spiderman 4 dn 5 , Harry Potter And The Deathly Hallows Part II, Kungfu Panda, Twilight Breaking Dawn, Death race 2, Sherlock Holmes 2, Silent Hill 2, Ghost rider 2, wolverinne 2 , Hitman 2, Transformers 3, Badboys 3, Batman 3, Ghostbusters 3, MIB 3, Mission Impossible 4, Pirates Of The caribean 4, Rambo V, Scary movie 5, Terminator 5, Saw 8, X-men First class, Final Destination 5, Cars 2, Underworld 4.

Film terbaru 2011
Melihat deretan Box office Film terbaru 2011 diatas tentunya akan membuat kita ngiler dan berharap akan segera bisa melihat pilm trsebut mengisi Jadwal bioskop tanah air. Apalagi ada beebrapa film yg pastinya diprediksi bakal Booming dn meyedot ribuan pasang mata untuk menontonnya. Seperti seri pamungkas Harry Potter And The Deathly hallows , Spiderman 4, Transformer 3, dan Pirates Of The Carribean 4. Sebagian dari movie diatas memang sudah selesai syuting bahkan ada yg sdh keluarSinopsis Film terbaru 2011 serta Trailer Videonya.

Jadi, bersabar ya untuk bisa menonton pelm kesayanganmu? Saksikan dulu saja Video trailer Film Terbaru 2011 yg sdh banyak mengisi situs youtube.
Advertiser

Kamis, 17 Maret 2011

Hollywood Stop Edarkan Filmnya Ke Indonesia

Hollywood Stop Edarkan Produksi Filmnya ke Indonesia

Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari bisnis perfilman di Indonesia. Industri film terbesar di dunia, Hollywood memutuskan untuk berhenti mengedarkan produksi film mereka di Indonesia.

Artinya tidak akan ada lagi film asing yang diputar di bioskop-bioskop Indonesia. Hal tersebut dikatakan Juru Bicara 21 Cineplex Noorca Masardi saat berbincang dengan detikhot via ponselnya, Jumat (18/2/2011) malam.

Menurut Noorca aksi mereka dilatarbelakangi kebijakan pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai yang memberlakukan beban bea masuk atas hak distribusi film impor. Ini artinya, pemerintah menambah beban biaya film asing yang ingin masuk ke Indonesia.

"Tindakan mereka menentang kebijakan baru dari Dirjen Bea Cukai yang membebankan bea masuk atas hak distribusi film impor. Karena menurut mereka itu adalah itu sesuatu tidak lazim dan tidak pernah ada di industri film manapun di dunia," kata Noorca.

Noorca menjelaskan secara mudah, sebelumnya ada 3 tentuan produsen film asing yang ingin menayangkan filmnya di bioskop Indonesia.

Pertama, mereka harus membayar bea masuk barang berupa copy pita film ke Indonesia. Pajaknya berupa PPh dan PPn sebesar 23,75 persen dari nilai barang.

"Setelah ditayangkan dibioskop, mereka harus membayar PPh (Pajak Penghasilan) dari keuntungan eksploitasi film mereka yang diputar di Indonesia," lanjutnya.

Ketiga, produsen film tersebut juga ada beban pajak tontotan terhadap Pemerintah Kota atau Kabupaten. Besarnya 10 sampai 15 persen dari keuntungan penjualan tiket.

"Itu wajar. Sekarang yang tidak wajar adalah pemerintah membebankan pajak baru berupa bea masuk atas hak distribusi yang besarnya sama, 23,75 persen atas nilai barang. Ini tidak ada di negara mana pun," jelasnya.

Maka itu, selama pihak Dirjen Pajak tetap memberlakukan pajak tersebut, Hollywood tidak akan mengedarkan produksi filmnya di Indonesia. "Ini akan selama-lamanya, selama pihak Dirjen Pajak tidak lunak," papar Noorca.

Keputusan Hollywood tidak lagi mengirimkan produksi filmnya mulai Kamis (17/2/2011) kemarin. Sedangkan film yang sudah terlanjur di putar, akan ditarik dari peredaran. (ebi/ebi)

Rabu, 09 Maret 2011

INFO FFDB 2011

Festival Film Dokumenter BALI 2011

Festival Film Dokumenter BALI 2011
2Share

Festival Film Dokumenter BALI 2011 Festival Film Dokumenter 2011 nantinya bisa diikuti oleh Pelajar ( SMA ) umum dan utusan Kabupaten/kota se-Bali dan Nasional. sedangkan kreteria dan hadiah masih mengacu pada sistem 2010 tetapi ada penyempurnaan dan penyesuaian untuk tahun ini. Rencananya pembinaan ke Kabupaten/Kota se-Bali akan dilaksanakan mulai hari Jumat 14 Januari 2011 dengan menyasar Kabupaten Buleleng yang pertama.Untuk informasi silakan menghubungi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali alamt Jln. Ir. Juanda no 1 Renom, telp (0361)243621 dan (0361)264474.

KRITERIA DAN PERSYARATAN PESERTA LOMBA :
Persyaratan Umum:
· Kompetisi terbuka untuk warga negara Indonesia berusia 19 tahun ke atas.
· Film peserta kompetisi harus film dokumenter (panitia memiliki hak untuk mengkualifikasikan apakah film peserta termasuk film dokumenter atau tidak).
· Karya film dokumenter merupakan produksi tahun 2008-2011.
· Film tidak berupa profil lembaga/perusahaan, iklan layanan masyarakat, trailer film dan video musik.
· Film utuh tanpa disertai potongan jeda untuk iklan.
· Materi film (objek, musik, stock shoot, dan lain-lain) tidak melanggar Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Pelanggaran dan gugatan atas HAKI terhadap karya yang diikutkan dalam kompetisi ada di luar tanggung jawab Panitia dan Juri.
· HAKI pada karya yang disetor tetap dimiliki oleh Peserta.
· Panitia berhak menggunakan semua karya peserta sebagai arsip serta menayangkannya kepada publik dalam ruang terbatas untuk keperluan pelestarian dan pembinaan kebudayaan di Bali. Penayangan di stasiun televisi oleh Panitia harus seizin Pemilik HAKI.
· Durasi karya antara 10 (sepuluh) menit hingga 30 (tiga puluh) menit, termasuk credit title.
· Format materi karya berupa DVD – Video PAL

Persyaratan Khusus (Kategori Ponsel):
· Kompetisi terbuka untuk warga negara Indonesia berusia 15 – 18 tahun (siswa SMA/SMK)
· Durasi karya antara 2 (dua) menit hingga 5 (lima ) menit, termasuk credit title.
· Karya documenter direkam dengan kamera ponsel
· Format materi karya yang disetor berupa DVD – Video PAL

Kelengkapan Pendaftaran:
1. Peserta harus mengisi formulir pendaftaran dengan lengkap dan benar (dapat diunduh di internet).
2. Peserta harus menyetorkan Preview Copy (materi film dokumenter yang akan digunakan saat seleksi awal) sebanyak 7 (tujuh) copies dalam bentuk DVD -Video Pal.
3. Peserta harus menyetorkan Screening Copy (materi film dokumenter yang akan diproyeksikan ke layar lebar saat festival) dalam bentuk DVD -Video Pal (Kualitas Master).
4. Peserta harus menyetorkan foto potongan adegan film atau still photo berbentuk file digital dengan resolusi 300 dpi format .jpeg dalam CD terpisah (digunakan saat seleksi administrasi dan keperluan cetak katalog).
5. Peserta harus menyerahkan sinopsis film dalam bahasa Indonesia (maksimal 500 karakter atau ― halaman A4 - kuarto).
6. Peserta harus menyerahkan fotokopi tanda pengenal berupa :

KTP/SIM/Paspor untuk peserta Kategori Umum
Kartu Pelajar untuk peserta Kategori Ponsel

Semua kelengkapan pendaftaran dikemas dalam satu amplop tertutup dan dikirim ke sekretariat :
Panitia Festival Film Dokumenter Bali 2011
Dinas Kebudayaan Provinsi Bali
Jalan Ir. Juanda No. 1 Niti Mandala, Denpasar 80235, Bali
Tel. 0361-245297 Fax: 0361-264474
U/p. Maria Ekaristi

Karya diterima oleh panitia paling lambat tanggal 6 Juni 2011 (Cap Pos)

Dinas Kebudayaan Provinsi Bali
Jalan Ir. Juanda No. 1 Niti Mandala, Denpasar 80235, Bali
Tel. 0361-245297 Fax: 0361-264474
E-mail: ekaristi@gmail.com
U/p. Maria Ekaristi

Festival Film Dokumenter Bali 2011

Data Peserta
Nama Pengirim Judul Film
Posisi dalam film
Sutradara Produser Editor
Lainnya _______________________________ (terangkan)
Tel./HP Fax
E-mail
Alamat
Data Film Peserta Data Kelompok Produksi
Judul asli Tel./Fax
Durasi/Format/Subtitle E-mail
Produser Bentuk Kelompok/Perusahaan
Sutradara Alamat
Kamera
Editor
Lokasi dan Tahun Produksi
Tahun Produksi
Festival Film Dokumenter Bali 2011

Apakah film ini pernah diputar untuk umum sebelumnya? Ya, pernah. Sebutkan (tanggal dan lokasi):
Belum

Apakah film ini pernah diikutkan dalam festival film? Ya, pernah. Sebutkan:
Belum

Sinopsis (maksimal 500 kata)

Data Pekerja (Kru)
1. Jabatan dalam produksi: 2. Jabatan dalam produksi:
a. Nama: a. Nama:
b. Tempat/Tgl. Lahir b. Tempat/Tgl. Lahir
c. Pekerjaan c. Pekerjaan
d. Filmografi d. Filmografi
3. Jabatan dalam produksi: 4. Jabatan dalam produksi:
a. Nama: a. Nama:
b. Tempat/Tgl. Lahir b. Tempat/Tgl. Lahir
c. Pekerjaan c. Pekerjaan
d. Filmografi d. Filmografi
Festival Film Dokumenter Bali 2011
Surat Pernyataan Peserta
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama
Adalah penanggung jawab dari penyerahan film untuk kompetisi dengan judul: kategori:

Dengan ini menyatakan:
1. Saya telah membaca dengan seksama syarat dan ketentuan yang terdapat dalam Festival Film Dokumenter Bali 2011. Dengan ini kami mengikatkan diri dalam syarat dan ketentuan tersebut.
2. Menyerahkan materi copy film dengan spesifikasi seperti tersebut diatas beserta syarat-syarat lain untuk diikutsertakan dalam lomba dan/atau program lain sebagaimana tersebut sebelumnya (hal 1), Festival Film Dokumenter Bali 2011.
3. Bahwa data yang saya isikan dalam formulir ini adalah benar dan dapat dipertanggung jawabkan.
4. Materi copy film tersebut diatas kami serahkan kepada panitia untuk kepentingan publikasi, website, katalog dan kepentingan non komersial Festival Film Dokumenter Bali 2011 dan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali lainnya.
5. Segala materi dalam film dengan judul diatas adalah tidak melanggar hak cipta, dan segala materi isinya dapat dipertanggung jawabkan. Pelanggaran dan gugatan atas hak cipta terhadap karya yang diikutkan dalam kompetisi ada di luar tanggung jawab Panitia dan Juri.

Demikian, surat pernyataan ini saya buat dengan benar dan dapat kami pertanggung jawabkan.

Nama Lengkap dan Tanda tangan Tanggal dan tempat

Dengan ini juga saya lampirkan :
Preview copy film
Screening copy
Still foto (snapshot film - format digital resolusi min. 300dpi, JPEG) dalam bentuk CD data
Materai 6,000

Festival Film Dokumenter Bali 2011

KETERANGAN
1. Tema: “Budaya Indonesia, Pelestarian dan Pengembangannya”
2. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali sebagai penyelenggara Festival Film Dokumenter Bali 2011 akan menggunakan materi dalam formulir ini untuk kepentingan publikasi, website, katalog dan lainlain kepentingan non komersial Festival Film Dokumenter Bali 2011.
3. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali sebagai penyelenggara Festival Film Dokumenter Bali 2011 berhak menggunakan semua karya peserta sebagai arsip untuk keperluan pelestarian dan pembinaan kebudayaan di Bali. Penayangan di stasiun televisi oleh Panitia harus seizin Pemilik HAKI.
4. Jika terjadi perubahan alamat kontak, penanggung jawab kontak, distributor dan sebagainya, mohon diinformasikan kepada Panitia Festival Film Dokumenter Bali 2011 melalui email ke: ekaristi@gmail.com


SOURCE

INFO FFDB 2011 klik disini

canopus procoder

ane paling senang ama sofware converter yang satu ini, ane ngerasa ini yang paling lengkap, dan hasilnya ..uuuuiiissss.....bening abis kayak ABG umur 17 tahun....
ini link nya klik disini

Minggu, 20 Februari 2011

Sejarah Perkembangan Film Indonesia

Film pertama kali dipertontonkan untuk khalayak umum dengan membayar berlangsung di Grand Cafe Boulevard de Capucines, Paris, Perancis pada 28 Desember 1895. Peristiwa ini sekaligus menandai lahirnya film dan bioskop di dunia. Karena lahir secara bersamaan inilah, maka saat awal-awal ini berbicara film artinya juga harus membicarakan bioskop. Meskipun usaha untuk membuat “citra bergerak” atau film ini sendiri sudah dimulai jauh sebelum tahun 1895, bahkan sejak tahun 130 masehi, namun dunia internasional mengakui bahwa peristiwa di Grand Cafe inilah yang menandai lahirnya film pertama di dunia.
Pelopornya adalah dua bersaudara Lumiere Louis (1864-1948) dan Auguste (1862-1954). Thomas A. Edison juga menyelenggarakan bioskop di New York pada 23 April 1896. Dan meskipun Max dan Emil Skladanowsky muncul lebih dulu di Berlin pada 1 November 1895, namun pertunjukan Lumiere bersaudara inilah yang diakui kalangan internasional. Kemudian film dan bioskop ini terselenggara pula di Inggris (Februari 1896), Uni Sovyet (Mei 1896), Jepang (1896-1897), Korea (1903) dan di Italia (1905).
Perubahan dalam industri perfilman, jelas nampak pada teknologi yang digunakan. Jika pada awalnya, film berupa gambar hitam putih, bisu dan sangat cepat, kemudian berkembang hingga sesuai dengan sistem pengelihatan mata kita, berwarna dan dengan segala macam efek-efek yang membuat film lebih dramatis dan terlihat lebih nyata.

Film kita tidak hanya dapat dinikmati di televisi, bioskop, namun juga dengan kehadiran VCD dan DVD, film dapat dinikmati pula di rumah dengan kualitas gambar yang baik, tata suara yang ditata rapi, yang diistilahkan dengan home theater. Dengan perkembangan internet, film juga dapat disaksikan lewat jaringansuperhighway ini.

       
Isu yang cukup menarik dibicarakan mengenai industri film adalah persaingannya dengan televisi. Untuk menyaingi televisi, film diproduksi dengan layar lebih lebar, waktu putar lebih lama dan biaya yang lebih besar untuk menghasilkan kualitas yang lebih baik. Menurut Jack Valenti, kekuatan unik yang dimiliki film, adalah: (1) Sebagai hasil produki sekelompok orang, yang  berpengaruh terhadap hasil film; (2) Film mempunyai aliran-aliran yang menggambarkan segmentasi dari audiensnya. Seperti: drama, komedi, horor, fiksi ilmiah, action dan sebagainya. Bagi Amerika Serikat, meski film-film yang diproduksi berlatar belakang budaya sana, namun film-film tersebut merupakan ladang ekspor yang memberikan keuntungan cukup besar.
     
Hal lainnya adalah soal konglomerasi dalam industri ini, dimana konglomerat besar industri film dunia mempunyai kontrol terhadap pendistribusian film ke bioskop, video, stasiun Televisi kabel dan stasiun televisi sampai luar negeri. Hal tersebut berimplikasi yang membuat pemain baru tidak bisa masuk.
Hampir sama dengan industri musik dan rekaman, pelanggaran hak atas kekayaan intelektual juga menghantui industri perfilman. Meski dalam setiap film produksi AS terhadap peringatan dari FBI, namun pembajakan film tetap saja tidak bisa diremehkan begitu saja.

Industri Film Indonesia

Bagaimana dengan industri film Indonesia? Topik lama ini sudah dua dekade lamanya menjadi bahan perbincangan kalangan film Indonesia. Film-film Indonesia selama dua dekade ini (1980-an dan 1990-an) terpuruk sangat dalam. Insan film Indonesia seperti tak bisa berkutik menghadapi arus film impor. Masalah yang dihadapi harus diakui sangatlah kompleks. Mulai dari persoalan dana, SDM, hingga kebijakan pemerintah. Persoalan ini dari tahun ke tahun semakin melebarkan jarak antara film, bioskop dan penonton, tiga komponen yang seharusnya memiliki pemahaman yang sama terhadap sebuah industri film.
Di awal millenium baru ini tampaknya mulai ada gairah baru dalam industri film Indonesia. Karya-karya sineas seperti Garin Nugroho, Riri Reza, Rizal Mantovani, Jose Purnomo dan beberapa sineas lainnya seperti memberikan semangat baru pada industri film Indonesia. Kenyataan ini cukup memberi harapan, karena selain terjadi disaat bersamaan dengan bangkitnya film-film dari dunia ketiga, tak terasa bahwa industri perfilman sesungguhnya sudah seratus tahun dikenal di Indonesia.
Di Indonesia, film pertamakali diperkenalkan pada 5 Desember 1900 di Batavia (Jakarta). Pada masa itu film disebut “Gambar Idoep”. Pertunjukkan film pertama digelar di Tanah Abang. Film adalah sebuah film dokumenter yang menggambarkan perjalanan Ratu dan Raja Belanda di Den Haag. Pertunjukan pertama ini kurang sukses karena harga karcisnya dianggap terlalu mahal. Sehingga pada 1 Januari 1901, harga karcis dikurangi hingga 75% untuk merangsang minat penonton.
Film cerita pertama kali dikenal di Indonesia pada tahun 1905 yang diimpor dari Amerika. Film-film impor ini berubah judul ke dalam bahasa Melayu. Film cerita impor ini cukup laku di Indonesia. Jumlah penonton dan bioskop pun meningkat. Daya tarik tontonan baru ini ternyata mengagumkan. Film lokal pertama kali diproduksi pada tahun 1926. Sebuah film cerita yang masih bisu. Agak terlambat memang. Karena pada tahun tersebut, di belahan dunia yang lain, film-film bersuara sudah mulai diproduksi.
Film cerita lokal pertama yang berjudul Loetoeng Kasaroeng ini diproduksi oleh NV Java Film Company. Film lokal berikutnya adalahEulis Atjih yang diproduksi oleh perusahaan yang sama. Setelah film kedua ini diproduksi, kemudian muncul perusahaan-perusahaan film lainnya seperti Halimun Film Bandung yang membuat Lily van Java dan Central Java Film Coy (Semarang) yang memproduksi Setangan Berlumur Darah.
           
Industri film lokal sendiri baru bisa membuat film bersuara pada tahun 1931. Film ini diproduksi oleh Tans Film Company bekerjasama dengan Kruegers Film Bedrif di Bandung dengan judul Atma de Vischer. Selama kurun waktu itu (1926-1931) sebanyak 21 judul film (bisu dan bersuara) diproduksi. Jumlah bioskop meningkat dengan pesat. Filmrueve (majalah film pada masa itu) pada tahun 1936 mencatat adanya 227 bioskop.
Untuk lebih mempopulerkan film Indonesia, Djamaludin Malik mendorong adanya Festival Film Indonesia (FFI) I pada tanggal 30 Maret-5 April 1955, setelah sebelumnya pada 30 Agustus 1954 terbentuk PPFI (Persatuan Perusahaan Film Indonesia). Film Jam Malam karya Usmar Ismail tampil sebagai film terbaik dalam festival ini. Film ini sekaligus terpilih mewakili Indonesia dalam Festival Film Asia II di Singapura. Film ini dianggap karya terbaik Usmar Ismail. Sebuah film yang menyampaikan kritik sosial yang sangat tajam mengenai para bekas pejuang setelah kemerdekaan.
           
Di tahun ‘80-an, produksi film lokal meningkat. Dari 604 di tahun ‘70-an menjadi 721 judul film. Jumlah aktor dan aktris pun meningkat pesat. Begitu pula penonton yang mendatangi bioskop. Tema-tema komedi, seks, seks horor dan musik mendominasi produksi film di tahun-tahun tsb. Sejumlah film dan bintang film mencatat sukses besar dalam meraih penonton. Warkop dan H. Rhoma Irama adalah dua nama yang selalu ditunggu oleh penonton. Film Catatan Si Boy dan Lupus bahkan dibuat beberapa kali karena sukses meraih untung dari jumlah penonton yang mencapai rekor tersendiri. Tapi yang paling monumental dalam hal jumlah penonton adalah film Pengkhianatan G-30S/PKI yang penontonnya (meskipun ada campur tangan pemerintah Orde Baru) sebanyak 699.282, masih sangat sulit untuk di tandingi oleh film-film lokal lainnya.
Kalau di awal munculnya bioskop, satu bioskop memiliki beberapa kelas penonton, tahun ‘80-an ini bioskopnya yang menjadi berkelas-kelas. Cinemascope kemudian lebih dikenal sebagai bioskop 21. Dengan kehadiran bisokop 21, film-film lokal mulai tergeser peredarannya di bioskop-bioskop kecil dan bioskop-bioskop pinggiran. Apalagi dengan tema film yang cenderung monoton dan cenderung dibuat hanya untuk mengejar keuntungan saja, tanpa mempertimbangkan mutu film tersebut.
Hal lain yang juga tak bisa dipungkiri turut berperan dalam terpuruknya film nasional ini adalah impor dan distribusi film yang diserahkan kepada pihak swasta. Bioskop 21 bahkan hanya memutar film-film produksi Hollywood saja, tidak mau memutar film-film lokal. Akibatnya, di akhir tahun ‘80-an, kondisi film nasional semakin parah dengan hadirnya stasiun-stasiun televisi swasta yang menghadirkan film-film impor dan sinema elektronik serta telenovela.
           
Meski dalam kondisi “sekarat”, beberapa karya seperti  Cinta dalam Sepotong Roti, Daun di atas Bantal karya Garin Nugroho mampu memenangkan berbagai penghargaan di festival film internasional. Pertengahan ‘90-an, film-film nasional yang tengah menghadapi krisis ekonomi harus bersaing keras dengan maraknya sinetron di televisi-televisi swasta. Praktis semua aktor dan aktris panggung dan layar lebar beralih ke layar kaca. Apalagi dengan kehadiran Laser Disc, VCD dan DVD yang makin memudahkan masyarakat untuk menikmati film impor.
Namun di sisi lain, kehadiran kamera-kamera digital berdampak positif juga dalam dunia film Indonesia. Mulailah terbangun komunitas film-film independen. Film-film yang dibuat di luar aturan baku yang ada. Film-film mulai diproduksi dengan spirit militan. Meskipun banyak fillm yang kelihatan amatir namun terdapat juga film-film dengan kualitas sinematografi yang baik. Sayangnya film-film independen ini masih belum memiliki jaringan peredaran yang baik. Sehingga film-film ini hanya bisa dilihat secara terbatas dan di ajang festival saja.
Kini, film Indonesia telah mulai berderak kembali. Beberapa film bahkanbooming dengan jumlah penonton yang sangat banyak. Sebut saja, Ada apa dengan Cinta, yang membangkitkan kembali industri film Indonesia. Beberapa film lain yang laris manis dan menggiring penonton ke bioskop seperti Petualangan SherinaJelangkung, Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Laskar Pelangi maupun Naga Bonar Jadi 2. Genre film juga kian variatif, meski tema-tema yang diusung terkadang latah, jika sedang ramai horor, banyak yang mengambil tema horor, begitu juga dengan tema-tema remaja/anak sekolah.
Dengan variasi yang diusung, itu memberikan kesempatan media film menjadi sarana pembelajaran dan motivator bagi masyarakat. Seperti filmKing, Garuda di Dadaku, serta  Laskar Pelangi. Bahkan, Indonesia sudah memulai masuk ke industri animasi. Meski bukan pertama, dulu pernah ada animasi Huma, kini hadir film animasi Meraih Mimpi, yang direncanakan akan go international. 

Anwar Fuadi Minta Artis Sinetron Jaga Perilaku

Ketua Persatuan Artis Sinetron Indonesia (PARSI), Anwar Fuadi mendukung upaya kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku video mesum yang mirip artis dan pelakunya agar dihukum seberat-beratnya sebagai efek jera.

Editor KapanLagi.com, Selebriti - Rabu, 07 Juli 2010 12.42 WIB
Anwar Fuadi
Ketua Persatuan Artis Sinetron Indonesia (PARSI), Anwar Fuadi mendukung upaya kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku video mesum yang mirip artis dan pelakunya agar dihukum seberat-beratnya sebagai efek jera.
"Kami menghimbau agar kasus video mesum artis yang kini semakin heboh bisa segera diselesaikan secara hukum dan berimbang," katanya di sela-sela kegiatan diskusi Forum Koordinasi atas kerjasama Lembaga Sensor Film dengan Pemprov NAD di Banda Aceh, kemarin.
Dikatakan, bila dalam proses peradilan terbukti melakukan tindakan pornografi, maka pelakunya dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga ini akan memberi efek jera bagi artis-artis lainnya.
Beredarnya video mesum mirip artis ini, tambah Anwar, sesungguhnya sudah mencoreng muka semua artis yang ada di Indonesia.
"Kita berharap pihak-pihak terkait terutama kepolisian bisa menuntaskan secara professional, sehingga kasus ini bisa tuntas, dan tidak merugikan pihak korban, dalam hal ini masyarakat," jelas Anwar.
Artis senior kelahiran Palembang ini, mengimbau kepada seluruh artis di Indonesia, khususnya artis sinetron yang bernaung dalam lembaga PARSI untuk bisa menjaga nama baik artis secara keseluruhan, dan kasus video mesum mirip artis Ariel, Luna Maya dan Cut Tari , yang kini sedang ditangani polisi, bisa dijadikan pelajaran.
"Artis-artis adalah public figure yang sedikit banyak menjadi panutan masyarakat, itu harus dijaga, jangan sia-siakan kepercayaan masyarakat kepada kita," demikian Anwar Fuadi. (ant/dar)

Sabtu, 19 Februari 2011

Hanung bicara film

Sabtu, 19/02/2011 13:08 WIB
Hanung: Film Indonesia Bergairah Karena Orang Indonesia
Pebriansyah Ariefana - detikMovie





Gambar
Hanung (rachman/detikhot)
Jakarta - Anggapan film Hollywood lah yang menggairahkan perkembangan film Indonesia ditampik oleh Sutradara Hanung Bramantyo. Film Indonesia bergairah karena sineas lokal, bukan karena film Hollywood.

Hanung menjelaskan, sebelum era reformasi tahun 1998, film Indonesia memang sangat lesu. Setelah itu, film Indonesia bangkit. Siapa yang membangkitkan? Sebut saja film 'Petualangan Sherina' dan film remaja 'Ada Apa Dengan Cinta?'.

"Faktanya yang bangkitkan orang indonesia itu orangnya sendiri. Setelah 'Petualangan Sherina' dan 'Ada Apa Dengan Cinta', bangkit lagi," kata Hanung saat berbincang dengan detikhot, Sabtu (19/2/2011).

Buktinya apalagi? Setelah itu diawal tahun 2000-an, Indonesia kebanjiran produksi film. Bahkan saat 'Laskar Pelangi' muncul dengan jumlah penonton terbanyak 4,2 juta di Indonesia.

"Sejauh ini 'Laskar Pelangi' nggak bisa ditaklukan, 4,2 juta. Film Hollywood sekalipun belum ada yang tempus saat diputar di Indonesia," jelas Hanung.

Namun sayangnya setelah 'Petualangan Sherina', 'Ada Apa Dengan Cinta?', atau 'Ayat-ayat Cinta', tidak ada inovasi lagi. Banyak tema film yang sama, namun tidak berkembang.

"Misal pertama kali film horor 'Jelangkung', film itu inovsi baru yang menyatukan pop culture dan hantu. Tapi setelah itu, film horor semua serupa, dengan cerita yang sama, plotnya sama. Begitu juga 'Petualangan Sherina', setelah itu nggak ada film anak-anak yang dongkrak," paparnya.

(ebi/ebi)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 

Ditarik??

Film Hollywood Distop Tidak Mempengaruhi Film Indonesia  
Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews



Makassar - Distributor film Hollywood akan menghentikan pengiriman film-filmnya ke Indonesia, akibat tingginya pajak bea masuk film yang diterapkan pemerintah. Namun bagi Sineas Riri Riza hal tersebut tidak membawa pengaruh signifikan pada perkembangan film Indonesia. 

"Penghentian distribusi film hollywood tidak membawa pengaruh apa-apa bagi film Indonesia, kalau mau tahu dampaknya, panjang masanya untuk mengetahui hal itu," ujar Riri saat peluncuran buku kumpulan cerpen 'Family Room' karya Lily Yulianti Farid, di restoran Djuku, Wisma Kalla, Makassar, Sabtu (19/2/2011).

Menurut sutradara film Laskar Pelangi ini, sudah sejak lama film Indonesia berjalan tanpa arah dan tanpa dukungan pemerintah. Riri pun berharap kelak film Indonesia harus menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

Sutradara muda yang banyak meraih penghargaan film tingkat internasional ini juga berharap agar dihentikannya film Hollywood ke Indonesia harus segara dipikirkan solusinya secara strategis. Pemerintah juga harus memikirkan dampak yang akan timbul di kemudian hari 

"Jangan sampai hari ini film Hollywood di-stop kita tiba-tiba kewalahan tidak tahu berbuat apa," tandas Riri. (mna/her)


Tetap update informasi di manapun denganhttp://m.detik.com dari browser ponsel anda!